Rabu, 18 November 2015

BERITA 5


Cinta Bahasa Indonesia, Hima PBSI Gelar Lomba
Tanjungpinang - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima PBSI) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengadakan kegiatan Pekan Sastra dan Budaya dengan tema Menjunjung Bahasa Dan Sastra Indonesia dengan Kreasi Anak Bangsa, Kamis (29/10). Kegiatan berupa perlombaan yang diadakan ini merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap bahasa Indonesia itu sendiri.
Acara yang berlangsung sejak tanggal 29-31 di FKIP dan penutupan dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa fakultas untuk mengikuti lomba Gurindam XII, lomba Musikalisasi Puisi, lomba Stand Up Comedy. Tidak hanya itu saja, dosen dan staf FKIP sendiri diajak untuk mengapresiasikan kecintaan mereka terhaadap bahasa Indonesia dalam lomba baca puisi.
Samsidar yang ditemui ketika acara pembukaan berlangsung mengatakan cukup banyak apresiasi yang diberikan mahasiswa dalam lomba tersebut. Ini menandakan mahasiswa FKIP turut antusisas dalam melestarikan bahasa Indonesia.
“Lomba Stand Up Comedy yang sengaja kami adakan dengan tema pendidikan memang merupakan ide yang sangat bagus, di mana kami semua direncanakan menjadi tenaga pendidik nantinya, dan ini sangat membantu karena tema pendidikan sendiri dibuat dalam bentuk pembicaran yang lucu dan segar,” tuturnya.
Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Dr. H. Abdul Malik, M.Pd. yang secara resmi membuka acara tersebut dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi sekali dalam kegiatan ini.
“Karena dengan dilaksanakannya acara dalam bentuk lomba seperti ini, kita dapat menjalin silaturahmi antar sesama jurusan, ditambah lagi acara ini mengundang partisipasi dosen dalam cabang perlombaan baca puisi antar dosen dan staf, kalian sangat keren,”ucap Malik dalam sambutan.
Terpisah, Azmi selaku ketua Hima mengatakan sangat bersyukur sekali acara dapat berlangsung dengan baik, dan mendapat apresiasi dari mahasiswa jurusan lain.  
“Senang akhirnya kegiatan sebagai wujud kecintaan terhadap bahasa Indonesia khususnya bagi kami mahasiswa yang berkuliah langsung di tempat dilahirkannya bahasa Indonesia bisa mengundang banyak antusiasme mahasiswa lain, bahkan dosen dan staf. Semoga ke depannya bisa ditingkatkan lagi,” tutupnya. (mer)

Pembukaan Pekan Sastra dan Budaya di FKIP UMRAH, Senggarang, Kamis (29/10)         

Selasa, 17 November 2015

BERITA 4

Mahasiswa tengah mendengarkan kuliah umum di Asrama Haji Tanjungpinang, Senin, (26/10) 




BKKBN Merevolusi Mental Mahasiswa
Tanjungpinang- Kepala BKKBN atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Surya Chandra Surapaty memberikan kuliah umum di Aula Pusat Informasi Haji Tanjungpinang, Senin (26/10).
Dari kuliah umum yang bertema Revolusi Mental Membentuk Generasi Muda yang Berwawasan Kebangsaan dan Berkesadaran Bela Negara ini, Surya mengajak untuk seluruh mahasiswa se-kota Tanjungpinang untuk melakukan revolusi mental, dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang berdasar terhadap nilai pancasila. Kuliah umum ini dihadiri 600 peserta dari mahasiswa UMRAH, STISIPOL Raja Haji, dan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
Revolusi mental sangat diperlukan. Sebab, revolusi mental berarti perubahan bagi pikiran. Revolusi mental harus digaungkan lagi, karena tantangan ada di depan mata.
“Revolusi mental saat ini adalah kita harus keluar dari zona nyaman kita dan mau bekerja keras, optimistis, dan produktif,” ungkap Surya sebagai pembicara.
Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk bersikap toleransi dan tanggung jawab guna mengubah pola pikir generasi muda yang semakin hari semakin mundur.
Sementara wakil wali kota Tanjungpinang, H. Syahrul S.Pd mengatakan generasi muda harus memiliki rencana dan perencanaan yang benar-benar untuk masa depan mahasiswa.
“Jadi kalian semua generasi muda harus memiliki rencana atau generasi yang berencana dan mahasiswa di ruangan ini juga dapat menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, serta memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” ungkap Syahrul di sela-sela penutupan sambutan.
Terkait revolusi mental dan BKKBN tersebut, Syahrul mengharapkan agar bagaimana generasi muda yang fokus pada pergerakan revolusi mental tersebut bisa masuk ke dalam BKKBN. (mer)

BERITA 3


Wali Kota Serahkan Insentif, RT RW Sambut Meriah
TANJUNGPINANG- Pemerintah kota Tanjungpinang mengadakan penyerahan insentif bagi ketua RT dan RW se-kota Tanjungpinang, Jumat (23/10). Acara ini juga dihadiri oleh Wali kota dan Wakil Wali Kota. Penyerahan insentif berlangsung  di  Aula Bulang Linggi, Perpustakan dan Arsip kota Tanjungpinang.
Acara yang berlangsung pukul 13.00 WIB siang ini berlangsung cukup meriah. Pasalnya, antusiasme ketua RT dan RW begitu luar biasa. Ini terlihat dari ramainya ketua dari masing-masing kelurahan  yang mengakibatkan penuhnya ruangan aula Perpustakan tersebut. Bahkan banyak juga ketua RT dan RW duduk di luar ruangan.
Kota Tanjungpinang sendiri mendatangkan 18 kelurahan untuk menghadiri acara ini. Pada penyerahan intensif ini pun ada 173 orang ketua dari masing-masing RT dan 156 orang ketua dari masing-masing RW. Dana yang diberikan empat bulan sekali ini merupakan wujud apresiasi kerja bagi seluruh RT dan RW dari pemerintah kota Tanjungpinang.
Ini merupakan bukti perhatian pemerintah kepada masyarakat yang diwakilkan oleh masing-masing ketua RT dan RW se-kota Tanjungpinang.  Acara ini pun diakhiri dengan penyerahan insentif secara simbolis yang dilakukan oleh wali kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan berfoto bersama dengan tiap-tiap ketua RT dan RW dari 18 kelurahan. (mer)

BERITA 2


Beasiswa dibuka, Antusiasme Mahasiswa Membludak
Tanjungpinang- Ruangan Tata Usaha (TU) FKIP UMRAH tampak begitu ramai oleh mahasiswa, Jumat, (16/10). Pasalnya hari ini merupakan hari terakhir penyerahan berkas beasiswa ke fakultas. Beasiswa ini berupa beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan BBP-PPA (Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik).
Penyaluran beasiswa ini merupakan anggaran yang berasal dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) setiap tahunnya dan diberikan kepada mahasiswa UMRAH. Untuk FKIP sendiri hanya mendapatkan 38 kuota untuk penerima beasiswa PPA dan 24 kuota untuk penerima beasiswa BBP-PPA.
Antusisasme mahasiswa juga tak kalah besar menanggapi sedikitnya kuota penerimaan beasiswa ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Marta Mariani Purba, SE.
“Tahun ini jelas lebih banyak yang ikut beasiswa, soalnya dari tadi pagi sampai sore gini mahasiswa masih begitu banyak menyelesaikan semua persyaratan sampai penuh begini ruangan TU,” ujarnya.
Persyaratan penerimaan beasiswa yang mengacu pada pedoman yang diterbitkan oleh Dikti tampaknya juga memberikan kendala bagi sebagian mahasiswa.
“Sampai saat ini baru 25 berkas yang benar-benar lengkap dan siap untuk diseleksi kembali. Dari tadi sudah banyak berkas yang diantar tetapi rata-rata ditolak karena belum lengkap dan memenuhi persyaratan,” tutur Marta.
Beasiswa PPA yang minimal mengharuskan penerima memiliki nilai IPK 3.00 ini juga memberikan kekhawatiran bagi beberapa mahasiswa. Menurut Nazilla Rezkifutri, mahasiswa semester 3 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengalami sedikit ketakutan melihat tingginya peminat beasiswa PPA.
“Optimis sih, cuma adalah sedikit ciut lihat teman-teman lain yang nilai IPK nya lebih tinggi dan yang daftar juga banyak, takutnya gak jebol,” ujarnya. (mer)

BERITA 1

Tampak pedagang kelontong pasar Bestari Bintan Center sedang berjualan




Nilai Tukar Melemah, Harga Barang Impor Ikut Naik
Tanjungpinang- Melemahnya rupiah terhadap dolar AS menyebabkan harga barang kebutuhan impor seperti cabe kering, bawang india, bawang putih, dan beberapa barang kebutuhan lainnya naik. Kenaikan barang ini pun berimbas kepada pedagang yang menjual barang-barang impor.
Hal ini disampaikan langsung oleh pedagang kelontong di Pasar Bestari Bintan Center, Lasmaida Simamora, Rabu (30/09). Menurutnya beberapa barang impor seperti cabe kering, bawang india, dan bawang putih mengalami kenaikan.
“Cabe kering yang awalnya Rp36.000 jadi Rp 38.000 perkilonya. Bawang putih yang perkarung biasanya Rp155.000 naik jadi Rp165.000,” ujarnya. Hingga siang ini, nilai rupiah menguat hingga Rp14.687 perdolar AS.
Kenaikan harga dipicu karena barang-barang yang diimpor bertransaksi menggunakan dolar AS. Jika harga barang naik, maka otomatis harga barang yang dirupiahkan juga ikut naik.
“Karenakan barang-barang seperti cabe kering diimpor langsung dari Malaysia, jadi karena di sana pun harganya naik, kami pun belinya ya ikutan harga di sana, ujar Ida.
Pedagang yang ditemui di Toko kelontongnya ini juga mengatakan kebanyakan pembeli pun mulai mengurangi banyaknya pembelian barang.
“Sampai tak ada yang membeli sih tak ada. Cuma yang biasanya beli sekilo jadi beli setengah kilo, jadi kurang pemasukan akhir-akhir ini,” tutupnya. (mer)